Giliran Jambi Antisipasi Kesehatan Sopir

Kompas.com - 24/09/2008, 16:55 WIB

JAMBI, RABU - Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin menegaskan, kesehatan sopir atau pengemudi bus angkutan mudik lebaran harus diprioritaskan untuk mengantisipasi atau menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran 1429 H.
     
"Untuk itu tim medis yang disiagakan harus intensif  dan giat memeriksa kesehatan sopir, termasuk memeriksa pernapasan dan urine pengemudi," kata Zulkifli di sela-sela pencanangan angkutan lebaran di jambi, Rabu.
     
Tidak jarang sopir dalam memandu kendaraannya dalam kondisi kurang sehat, bahkan ada yang mengonsumsi obat terlarang dan minuman keras.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Wirya Murad mengatakan, telah menyediakan pos terpadu yang siaga tim medis untuk memeriksa kesehatan para pengemudi.

Sebab pengemudi sebagai kunci utama keselamatan penumpang, sehingga kesehatan fisik dan mentalnya harus benar-benar prima.

Petugas yang disiagakan di pos terpadu berasal dari berbagai instansi terkait, termasuk tim medis  baik dari pemerintah daerah maupun tim medis Polda Jambi.

Pos terpadu yang disiagakan juga menyediakan minuman dan obat-obatan untuk para pengemudi dan awak kendaraan yang ingin beristirahat dan minta diperiksa kesehatannya.

Para penumpang juga diimbau untuk selalu mengingatkan  pengemudi bila ugal-ugalan serta terlihat lelah untuk segera berhenti dan istirahat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau